Prompt AI bukan sekadar “tanya-jawab”, tapi bisa jadi fondasi strategi digital marketing UMKM yang efektif dan sistematis. Mulai dari perencanaan konten, analisis kompetitor, hingga eksekusi campaign—semua bisa diotomatisasi, dipantau, dan dioptimasi jika tahu cara menyusun dan menerapkan prompt yang tepat.
Prompt Copywriting Multichannel, A/B Testing
Buat dua versi copywriting untuk promosi produk baru UMKM [nama produk]—satu versi hard selling (langsung CTA ke WhatsApp), satu versi storytelling yang fokus pada solusi/edukasi. Tentukan headline, CTA, dan angle cerita. Simulasikan hasil yang lebih efektif untuk audiens usia 18–25 dan 26–35 dengan data konversi rata-rata.
Prompt Analisis Funnel Bisnis Digital
Evaluasi funnel digital marketing bisnis makanan saya mulai dari Instagram Ads, landing page, sampai order di WhatsApp. Identifikasi bottleneck dan drop-off tertinggi. Berikan rekomendasi perbaikan di tiap tahap: visual iklan, copy landing page, proses order, serta teknologi/chatbot. Sertakan estimasi dampak tiap perbaikan terhadap conversion rate dalam %.
Prompt Perbandingan Competitor & Market Positioning
Teliti 3 competitor utama di pasar online [kategori produk], bandingkan kekuatan: engagement konten, rate respon chat, strategi promo, dan UGC (user generated content) mereka. Rank UMKM saya dibanding mereka, dan buat positioning map beserta rekomendasi diferensiasi strategis. Output dalam bentuk analisis SWOT dan rekomendasi action plan.
Prompt Advanced Campaign Planning Multi-Channel
Rancang campaign promosi Ramadan UMKM (budget Rp3 juta), distribusi di Instagram, Facebook, WhatsApp, dan email. Breakdown: plot media buying, copywriting tiap channel, optimalisasi jam posting, landing page untuk voucher, dan sistem tracking leads. Berikan rencana reporting dan KPI evaluasi, serta saran revisi tiap channel berdasar data real-time.
Prompt AI untuk Automasi Lead Nurturing
Susun alur komunikasi otomatis (automation flow) untuk nurturing leads baru dari website dan media sosial. Gunakan chatbot, email series, dan WhatsApp blast dengan penyesuaian konten pada tiap tahapan (awareness, consideration, decision). Output: draft konten, interval waktu, dan logika branching jika leads aktif/tidak aktif.
Kesimpulan
Prompt di atas dirancang agar AI memberi hasil analisis, simulasi, action plan, dan output nyata untuk eksekusi, bukan sekadar ide atau caption. Inilah digital marketing level expert pakai AI yang bisa jadi “otak” sekaligus tangan kanan bisnis UMKM di era sekarang.