Teknik Human Prompt Engineering: Kunci Konten UMKM Unik

Konten

Share:

Pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sering terperangkap dalam peran ganda sebagai Chief Everything Officer, mengurus semua hal termasuk produksi konten digital. Kecerdasan Buatan (AI) Generatif (seperti ChatGPT atau Perplexity AI “) adalah solusi untuk mengotomatisasi tugas rutin dan mengefisienkan waktu.

 

Namun, menggunakan AI tanpa strategi adalah kesalahan fatal. Jutaan orang meminta AI membuat caption atau deskripsi produk, menghasilkan output yang generik dan kaku. Konten semacam ini berisiko besar terdeteksi sebagai “sampah AI” oleh Google, yang secara konsisten menghargai konten yang dibuat primarily for people.

 

Kunci untuk memastikan AI Anda menghasilkan konten yang unik dan berkualitas tinggi—bukan teks robotik—adalah Prompt Engineering yang sangat spesifik

4 Langkah Human Prompt Engineering

Efektivitas AI bergantung pada kualitas input. Prompt yang deskriptif dan detail jauh lebih mungkin menghasilkan teks yang memiliki nada percakapan, emosional, dan relatable

 

Berikut adalah kerangka 4 langkah wajib yang dapat Anda terapkan pada Large Language Model (LLM) manapun:

Langkah 1: Tentukan Peran & Detail Produk (Role Assignment)

Selalu berikan peran spesifik pada AI untuk meningkatkan fokus dan otoritas jawabannya. Sertakan rincian produk dan fokus pada manfaat utama yang ingin ditonjolkan, bukan hanya fitur.

Tips:

Jangan hanya meminta, “Tuliskan deskripsi kopi”. Tetapi, “Bertindak sebagai copywriter produk kopi ramah lingkungan, fokus pada manfaat kesehatan dan keberlanjutan produk kami”

Langkah 2: Tentukan Gaya dan Nada (Tone & Style)

AI akan meniru gaya bahasa yang Anda minta. Mengatur nada komunikasi (misalnya, santai, humoris, profesional, atau bersemangat) sangat penting agar output sesuai dengan brand voice UMKM Anda.

Tips:

Sisipkan instruksi: “Gunakan gaya bahasa santai dan relatable, seolah-olah ditulis oleh seorang teman”

Langkah 3: Sisipkan Ajakan Bertindak (CTA) dan Urgensi

Pastikan AI menciptakan tujuan yang jelas di akhir konten. Ajakan Bertindak (CTA) yang jelas sangat penting untuk mengarahkan audiens ke tindakan konversi.

Tips:

Minta AI untuk menciptakan rasa mendesak: “Sertakan ajakan bertindak yang jelas, ciptakan rasa urgensi dengan menyebutkan diskon terbatas hanya untuk 10 pembeli pertama”

Langkah 4: Batasan dan Format (Limit & Format)

Kendalikan panjang dan struktur output untuk memastikan konten pas untuk platform yang dituju (misalnya, Instagram caption pendek, blog post panjang).

Tips:

Tentukan batasan: “Jawab dalam bentuk 3 opsi caption pendek, masing-masing maksimal 150 kata, dan gunakan poin-poin”

Kesimpulan

AI adalah alat; Anda adalah masternya. Dengan menguasai Human Prompt Engineering, Anda memastikan bahwa AI bekerja 10x lebih cerdas, bukan hanya lebih cepat.

Related Aricles

Digital Aplikasi Langit (DAL) adalah sebuah software house yang berfokus pada solusi teknologi inovatif untuk membantu bisnis menghadapi tantangan digital dengan strategi terbaik.

© 2025 – PT DAL TEK Indonesia

Need Help?